Bahagia itu Sederhana ?

Kata Bapak “Bahagia itu sederhana… sesederhana bisa berkumpul dengan anak – anaknya.”  Tapi toh kenyataaannya tidak sesederhana itu. Sudah lama bapak tidak berkumpul dengan anak – anaknya. Ketika anak – anaknya sudah berkeluarga, bapak rindu sekali berkumpul lagi dengan mereka. Tapi sayang… banyak anak yang enggan berkumpul lagi.

Kata Ibu “Bahagia itu juga sederhana… sesederhana bisa melihat anak – anaknya jadi orang sukses dan bermanfaat bagi banyak orang lain.” Lagi – lagi tak sesederhana itu. Buat jadi orang yang sukses butuh kerja keras. Buat jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, setidaknya juga harus selesai dengan urusan pribadi. Tapi sayang… banyak anak yang enggan kerja keras, alhasil lebih mengandalkan kepunyaan orang tua mereka.

Kata seorang suami “Bahagia itu juga sederhana… bisa setiap hari berkumpul dengan istri dan anak – anaknya.” Kenyataannya juga tak sesederhana itu. Banyak suami yang harus LDR dengan istri dan anak – anaknya karena urusan pekerjaan. Seorang suami yang bekerja di perkapalan atau pertambangan, tentu tidak bisa setiap saat bertemu dengan mereka. Tapi sayang… banyak suami yang setiap hari bisa berkumpul dengan istri dan anak – anaknya, tetap saja tidak merasa kebahagiaan karena alasan yang bermacam – macam.

Bagiku… bahagia itu (tak lagi) sederhana. Kebahagiaan itu butuh diikhtiarkan, tidak serta merta datang begitu saja. Justru yang paling penting adalah bersyukur sebanyak – banyaknya. Karena kebahagiaan dan kesedihan di dunia hanya sementara, cukup dimaknai dengan sewajarnya saja. Jadilah hamba – hamba yang bersyukur… begitu pesan Tuhan buat kita. Biar makin berkah dan ditambah nikmatNya pula, begitu janjiNya. Dan sebaliknya kalau justru kita makin sombong, jangan harap ditambah nikmatNya, bisa saja Tuhan akan datangkan azab buat kita. Lagi – lagi itu janjiNya, di dalam firmanNya.

@Prambanan, 24 November 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s